Karakter....
Satu kata yang banyak makna. Ada yang bilang passion, pribadi, kebiasaan, tabiat, dan lain-lain. Tapi yang aku tahu, karakter pasti ada pada setiap orang. Secara sederhana, karakter terbentuk dari melihat, merasa dan mendengar apapun yang dilakukan orang lain yang dianggap menarik. Karakter tiap orang pasti unik. Tapi, secara kasarnya, karakter dibedakan menjadi dua tipe, yaitu karakter baik dan karakter jahat. Lalu, kita berada di posisi yang mana, atau memiliki karakter tipe apa. Yang bisa menilai biasanya orang lain, Tapi, sesungguhnya kita sendirilah
yang bisa menilai karakter kita menjurus kemana.
Membedakan karakter baik atau jahat itu susah, susah mudah. Cara termudah meliihat karakter orang itu baik atau jahat adalah dengan hidup langsung bersama orang yang akan diamati. Paling tidak 3 hari satu malam secara berkesinambungan. Makan bareng, tidur bareng, aktivitas bareng, eh.. kecuali mandi atau kebelakang bareng gak boleh, baik yang sejenis apalagi lawan jenis, hukumnya menjijikkan dan .... (You know).
Secara sederhana, orang itu akan menunjukkan sikap aslinya pada kehidupan kesehariannya. Bukan hanya saat sekolah saja, atau bermain saja. Nah, dari situ kita bisa menilai orang itu termasuk kategori yang mana. Ingat!! membedakan yang baik dan jahat bukan karena tata bahasa yang digunakan saja, tetapi dari perbuatan yang Ia lakukan. Misalnya, bahasanya agak kasar, tapi saat kita butuh pertolongan Ia langsung membantu tanpa diminta ataupun bertanya. Atau bahasanya agak nyelene, tapi menjurus kepada kebaikan.
Jadi, pilih teman itu yang baik, yaitu yang memiliki gabungan dari kedua karakteristik benar dan santun.
Teman sedikit tapi berkualitas itu lebih baik daripada banyak teman tapi ecek-ecek.
Balik lagi ke karakter seseorang. Nah jika sudah dapat membedakan mana karakter yang baik dan yang jahat. Kita juga dapat menilai karakter kita juga. Dengan berteman dengan orang yang baik, maka secara otomatis kita juga akan berangsur-angsur menjadi orang yang baik. dan begitu juga sebaliknya. Jadi sekali lagi saya ingatkan untuk memiliki teman yang baik.
Bagaimanapun kepribadian temanmu, yang penting memiliki dua kriteria penting itu, yaitu benar dan santun. Salah satu hilang, langsung saja bilang sama teman kamu bahwa kita END.
Satu kata yang banyak makna. Ada yang bilang passion, pribadi, kebiasaan, tabiat, dan lain-lain. Tapi yang aku tahu, karakter pasti ada pada setiap orang. Secara sederhana, karakter terbentuk dari melihat, merasa dan mendengar apapun yang dilakukan orang lain yang dianggap menarik. Karakter tiap orang pasti unik. Tapi, secara kasarnya, karakter dibedakan menjadi dua tipe, yaitu karakter baik dan karakter jahat. Lalu, kita berada di posisi yang mana, atau memiliki karakter tipe apa. Yang bisa menilai biasanya orang lain, Tapi, sesungguhnya kita sendirilah
yang bisa menilai karakter kita menjurus kemana.
Membedakan karakter baik atau jahat itu susah, susah mudah. Cara termudah meliihat karakter orang itu baik atau jahat adalah dengan hidup langsung bersama orang yang akan diamati. Paling tidak 3 hari satu malam secara berkesinambungan. Makan bareng, tidur bareng, aktivitas bareng, eh.. kecuali mandi atau kebelakang bareng gak boleh, baik yang sejenis apalagi lawan jenis, hukumnya menjijikkan dan .... (You know).
Secara sederhana, orang itu akan menunjukkan sikap aslinya pada kehidupan kesehariannya. Bukan hanya saat sekolah saja, atau bermain saja. Nah, dari situ kita bisa menilai orang itu termasuk kategori yang mana. Ingat!! membedakan yang baik dan jahat bukan karena tata bahasa yang digunakan saja, tetapi dari perbuatan yang Ia lakukan. Misalnya, bahasanya agak kasar, tapi saat kita butuh pertolongan Ia langsung membantu tanpa diminta ataupun bertanya. Atau bahasanya agak nyelene, tapi menjurus kepada kebaikan.
Pak Mario Teguh beranggapan bahwa orang baik adalah orang yang benar dan santun. Benar tapi kasar itu bahaya, karena bisa merusak nilai kebenaran itu sendiri. Misalnya, Ngajak ke masjid, tapi dengan cara memaksa, sampai memaki-maki, kamu ini (semua isi kebun binatang keluar), ayo pergi cepat dasar ....(*#&#%&@**(. Itu gak bagus orangnya. Lalu ada juga yang santun tapi tidak benar, ini lebih bahaya lagi, karena masuk kategori menipu. Misalnya, Ayok kita ambil buah di sebelah, buahnya manis loh, orang yang punya juga rama, gak usah izin lagi juga boleh kok, .... (semua rayuan keluar dari mulut manisnya). Tetap saja itu namanya mencuri, dan tidak baik untuk dijadikan sebagai teman.
Jadi, pilih teman itu yang baik, yaitu yang memiliki gabungan dari kedua karakteristik benar dan santun.
Teman sedikit tapi berkualitas itu lebih baik daripada banyak teman tapi ecek-ecek.
Balik lagi ke karakter seseorang. Nah jika sudah dapat membedakan mana karakter yang baik dan yang jahat. Kita juga dapat menilai karakter kita juga. Dengan berteman dengan orang yang baik, maka secara otomatis kita juga akan berangsur-angsur menjadi orang yang baik. dan begitu juga sebaliknya. Jadi sekali lagi saya ingatkan untuk memiliki teman yang baik.
Bagaimanapun kepribadian temanmu, yang penting memiliki dua kriteria penting itu, yaitu benar dan santun. Salah satu hilang, langsung saja bilang sama teman kamu bahwa kita END.
18 Mei 2015, Palembang saat Hujan dan memikirkan negara yang sepertinya kehilangan karakter aslinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar