Mengamati seorang anak-anak ternyata cukup menantang. Sebagai peneliti yang menggunakan observasi moderat, peneliti tidak terlalu terlibat langsung dengan kehidupan anak-anak. Mengamati dengan berdasarkan waktu yang tepat adalah cara terbaik dan efisien.
Anak anak memiliki keinginan yang berdasarkan alam. Nasi. Nasi menjadi makanan pokok Indonesia. Padahal Nasi tidak begitu baik bagi kesehatan. Nasi mengandung gula yang tinggi. Bisa-bisa kena penyakit gula di usia tua nanti. Wajar saja, di Indonesia penderita diabetes sungguh banyak.
Kenapa nasi menjadi obyek penelitian. Karena, anak-anak pada umumnya tidak suka nasi. Namun di usia yang lebih dewasa, anak-anak seperti kecanduan nasi. Belum dibilang makan jika tidak makan nasi. Biarpun sudah makan mie ayam bakso super, tetap saja harus makan nasi.
Bukan hanya satu dua anak yang telah saya amati. Lebih dari 10 keluarga yang ada anak kecilnya telah saya amati. Ditambah lagi cerita dari teman tentang keponakannya yang tidak suka makan nasi.
Coba saja lakukan pengamatan yang sama. Anak-anak usia 3 sampai 6 tahun. Ajak mereka untuk makan nasi. Berikan lauk yang sesuai makanan Indonesia. Kecendrungan mereka adalah makan lauknya dulu. Kalau ada sayur langsung disingkirkan.
Kenapa ini penting. Karena kebiasaan ini tidak akan berubah dengan waktu yang cepat. Banyak orang tua yang mengajarkan dan memaksa anaknya untuk makan nasi. Padahal ada banyak makanan lain yang setara atau lebih baik dari nasi. Seperti gandum, roti, jagung, umbi-umbian, sayur, dan lain-lain.
Nasi menjadi momok tersendiri, karena terbiasa dengan nasi. Makanan lain harus dimakan menggunakan nasi. Seperti makan mie dengan nasi. Padahal mie dan nasi sama-sama karbohidrat.
Kasus diabetes di Indonesia selalu bertambah setiap tahunnya. Kasus ini juga dibarengi dengan penyakit darah tinggi. Diabetes membuat penyakit yang lainnya akan lebih susah untuk sembuh. Seperti luka, bagi orang yang tidak punya diabetes penyembuhan berlangsung kurang dari satu minggu. Tapi bagi penderita diabetes akan memakan waktu yang lebih lama untuk sembuh. Kalau sembuh. Kalau tidak yang luka tersebut bisa diamputasi. Ada orang yang pernah mengalaminya? ada. banyak.!
Ada juga iklan dengan gula yang baik untuk penderita diabetes. Tapi, masalah orang indonesia bukan hanya mengonsumsi gula yang berlebihan, seperti di kopi atau teh. Banyak orang Indonesia yang minum kopi dan teh pahit tapi kena diabetes. Kenapa? karena makanan pokok ini. NASI.
Sebelum era Soeharto, nasi hanya menjadi makanan pokok di pulau jawa dan beberapa provinsi di Sumatera. Sedangkan Papua makanan pokoknya adalah sagu. Beberapa provinsi di sulawesi dan kalimantan makanan pokoknya adalah umbi-umbian. dan provinsi lainnya menggunakan jagung sebagai makanan pokok. Namun, di era orde baru, nasi dipatenkan sebagai makanan pokok Indonesia. Semua rakyat harus makan nasi. walaupun ada beberapa daerah masih bertahan dengan makanan pokoknya, seperti papua dengan sagunya.
Dulu tidak ada krisis makanan. Karena tiap-tiap daerah memiliki ciri makanan pokok yang khas. Namun setelah nasi ditetapkan menjadi makanan pokok. Krisis ini muncul. Lalu, berlanjut sampai sekarang.
Bagaimana mana mengembalikan ini seperti dulu lagi. Jawaban pertanyaan ini akan berbeda di tiap daerah dan pemikiran seseorang. Lakukan yang terbaik. Perbedaan bukan hambatan, dengan perbedaan sesungguhnya terdapat keharmonisan.
Jika dianalogikan, tiga orang memiliki makanan kesukaan yang berbeda. satu suka roti, satu lagi suka es krim, dan sisanya suka buah. Mereka tinggal di satu rumah. Jika hari senin makanan yang ada roti, orang pertama yang akan bergembira, sedangkan yang lainnya hanya makan seadanya, kalau mereka tidak suka, mereka tinggal memberikannya kepada orang pertama. Dan tentu saja orang pertama akan menerima dengan senang hati. Lalu hari selasa, ada es krim yang berlimpah di dalam kulkas, tentu orang kedua akan sangat bergembira, sedangkan yang lainnya biasa saja. Kalau dua orang lainnya mau makan, mereka hanya makan es krim seadanya (karena bukan kegemaran). Kalau mereka tidak mau memakan jatahnya, mereka tinggal memberikannya kepada orang kedua. Dan sudah bisa ditebak, orang kedua akan dengan ikhlas menerima es krim tersebut. Begitu juga orang yang ketiga jika hari rabu ada buah yang berlimpah di atas meja makan.
Namun contoh diatas tidak berlaku jika, semuanya menyukai roti. Tentu di hari senin mereka akan berebutan mengambil sebanyak mungkin roti. Sedangkan hari selasa dan rabu yang hanya ada es krim dan buah tidak ada yang menyentuh. Jikapun ada, paling hanya sedikit. Mubazir bukan?
Kenapa Indonesia meninggalkan adat lamanya dengan makanan pokok yang khas. Kenapa semua disamaratakan dengan nasi. Lihat saat ini, nasi atau beras menjadi krisis tersendiri. Indonesia mengimpor beras dari negara lain. Padahal dulu ketika nasi bukan makanan pokok nasional, beras menjadi salah satu produk impor Indonesia. Ayo berpikir. Masih mau mengajarkan anak makan nasi.
Anak-anak dengan nalurinya memilih tidak makan nasi. Namun orang dewasa memaksanya, sehingga setelah dewasa anak tersebut juga melakukan hal yang sama kepada anak mereka. Ini akan berangsur-angsur jika tidak diubah dari sekarang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar