Perjuangan dengan turun teriak ke jalan?
20 Mei 1998 terjadi suatu tragedi yang menumpahkan banyak korban. Banyak yang merasa dikekang selama bertahun-tahun oleh rezim orde baru. Katanya.
Hampir semua mahasiswa bersatu untuk menurunkan rezim yang dzalim itu. Dan ternyata perjuangan itu berhasil. Kepala negara yang menjabat berpuluh-puluh tahun lamanya akhirnya tumbang saat itu juga. Semua media berita juga bisa berkoar untuk dengan bebasa menyiarkan penurunan rezim lama itu.
Tapi,
Insiden penurunan itu berlangsung begitu panas. tidak hanya memaksa pemerintah untuk menurunkan kepala negara itu. Tapi juga ada banyak insiden yang terbilang cukup anarkis, misalnya penjarahan pabrik etnis cina. Mungkin Mahasiswa sudah sangat kesal dengan dikekangnya pergerakan pemuda saat itu. Semua serba salah, berkumpul sedikit sudah akan kena hukuman bahkan masuk penjarah.
Banyak sekali sebenarnya cerita penurunan itu. Dan tiap-tiap orang berbeda pandangan akan itu. Juga tiap-tiap daerah memiliki cerita yang berbeda.
Namun,
Apakah setelah rezim itu turun, lalu pemuda yang dengan semangat apinya menurunkan Presiden setelah itu bisa menjadi pemimpin di daerahnya, atau paling tidak pergerakan pemuda yang mati selama bertahun-tahun itu bisa dengan lantang menunjukkan aksinya setelah itu. Siapa yang tahu...
Tak lama setelah itu juga, akhirnya provinsi Timor Timor juga melepaskan diri dari NKRI. Entah bagaimana bisa. Dan lihatlah sekarang, Negara memisahkan diri dari Indonesia tersebut telah menjadi negara yang lumayan makmur, dengan kondisi kenegaraan yang baik juga, bahkan di bidang ekonomi, Timor Leste menggunakan uang dollar Amerika sebagai salah satu nilai tukar disana. Dan lihatlah, nilai tukar rupiah dengan dollar Amerika berapa?
Hmm...
Dari pada mememikirkan hal itu, lebih baik sebagai pemuda kita bisa belajar untuk bijaksana dan mengambil hikma dari itu semua.
Ini pendapat saya pribadi, boleh berdiskusi untuk membantah, menambah, atau mengurangi pendapat saya.
Sekian...
20 Mei 1998 terjadi suatu tragedi yang menumpahkan banyak korban. Banyak yang merasa dikekang selama bertahun-tahun oleh rezim orde baru. Katanya.
Hampir semua mahasiswa bersatu untuk menurunkan rezim yang dzalim itu. Dan ternyata perjuangan itu berhasil. Kepala negara yang menjabat berpuluh-puluh tahun lamanya akhirnya tumbang saat itu juga. Semua media berita juga bisa berkoar untuk dengan bebasa menyiarkan penurunan rezim lama itu.
Tapi,
Insiden penurunan itu berlangsung begitu panas. tidak hanya memaksa pemerintah untuk menurunkan kepala negara itu. Tapi juga ada banyak insiden yang terbilang cukup anarkis, misalnya penjarahan pabrik etnis cina. Mungkin Mahasiswa sudah sangat kesal dengan dikekangnya pergerakan pemuda saat itu. Semua serba salah, berkumpul sedikit sudah akan kena hukuman bahkan masuk penjarah.
Banyak sekali sebenarnya cerita penurunan itu. Dan tiap-tiap orang berbeda pandangan akan itu. Juga tiap-tiap daerah memiliki cerita yang berbeda.
Namun,
Apakah setelah rezim itu turun, lalu pemuda yang dengan semangat apinya menurunkan Presiden setelah itu bisa menjadi pemimpin di daerahnya, atau paling tidak pergerakan pemuda yang mati selama bertahun-tahun itu bisa dengan lantang menunjukkan aksinya setelah itu. Siapa yang tahu...
Tak lama setelah itu juga, akhirnya provinsi Timor Timor juga melepaskan diri dari NKRI. Entah bagaimana bisa. Dan lihatlah sekarang, Negara memisahkan diri dari Indonesia tersebut telah menjadi negara yang lumayan makmur, dengan kondisi kenegaraan yang baik juga, bahkan di bidang ekonomi, Timor Leste menggunakan uang dollar Amerika sebagai salah satu nilai tukar disana. Dan lihatlah, nilai tukar rupiah dengan dollar Amerika berapa?
Hmm...
Dari pada mememikirkan hal itu, lebih baik sebagai pemuda kita bisa belajar untuk bijaksana dan mengambil hikma dari itu semua.
Ini pendapat saya pribadi, boleh berdiskusi untuk membantah, menambah, atau mengurangi pendapat saya.
- bagi saya, penurunan dengan cara paksa itu seolah-olah lebih banyak bermodal otot ketimbang otak. Ini zaman perang pemikiran bro, kalau Cuma pakek otot seolah-olah kita menang, padahal enggak. Mau bawa bambu runting pas demo? ini negara kita. Keluarga kita. Tegahnya kita menghabiskan keluarga sendiri. Lalu, setelah berjuang dengan otot, masih begitu aja. Walaupun paling tidak kepala negara itu sudah tidak menjabat lagi. Tapi, Banyak sekali tangan kanannya dimana-mana. sampai saat ini juga ada. Tahukah kamu akan hal itu. pernah berfikir untuk menghabiskan semua tangan kanannya.
- Bagi saya, pemerintah itu emang pusat kebijakan di suatu negara. Banyak aturan yang akan berimbas langsung dengan masyarakatnya. Dan, kebanyakan kebijakan lebih pro kepada orang beruang, ketimbang orang berhati. Namun, seseungguhnya kitalah yang menjalani kehidupan ini. Pemerintah hanya sebagai sebuah tempat saja, Negara juga. Seperti rumah, tergantung dari orang yang berada dalam rumah itu memperbaiki atau memperindah rumah itu menjadi seperti apa. Pernah Anda berpikir, jalan rusak, harga-harga naik, pekerjaan kurang, pendidikan mahal, dan lain sebagainya semua menyalahkan pemerintah. Namun, ada fasilitas pemerintah yang sudah disediakan juga jarang digunakan secara maksimal oleh masyarakat kita, seperti fasilitas umum sering di salahgunakan, dirusak, dan lain sebagainya. Terus mau minta dibenerin lagi. Sekarang ini sudah banyak sekolah gratis, tapi pemuda masih males belajar, terus kalo sudah lulus dengan hanya bermodal hitam diatas putih, perusahaan mau menerima begitu saja, berbicara formal saja masih gagu, bahasa internasional saja tidak tahu, mau minta pekerjaan yang baik dan beken gitu. Kalau gak dapet, semua balik ke pemerintah. Bagi pemuda yang sehat akal pikirannya, seharusnya kebijakan itu di pahami sungguh-sungguh, lalu cari dimana keuntungan buat kita. Emang orang yang bekerja di perusahaan ternama itu Beken?, kalau pengusaha itu biasa? berjuang sendiri itu lebih pasti gagal tidaknya, dari pada selalu mengemis ke pemerintah yang sangat ribet aturan mainnya. Lebih baik usaha sendiri,dan mandiri. Untuk apa sekolah dari SD sampai SMA jika ujung-ujungnya ilmu yang sebanyak itu tidak digunakan?
- menurunkan pemerintah lama akan menimbulkan pemerintah yang bertopeng. Tahu maksudnya. Ya.. kita kembali ke masa jaya Indonesia pertama kali, pada saat Soekarno memimpin, banyak mahasiswa yang tidak setuju dengan berbagai kebijakan yang dibuat pemerintahan Soekarno, Lalu beberapa kali mahasiswa berdemo untuk Soekarno turun. Namun Soekarno turun dengan Supersemar, yang sampai saat ini juga tidak tahu kebenaran pastinya. Lalu hadirlah Soeharto dengan topeng tebalnya, yang seolah-olah semua perkataannya bagai dewa. Tapi lihat saja, belangnya juga terlihat tak lama dari itu, menjabat berpuluh-puluh tahun lamanya, mengekang pergerakan pemuda begitu dasyatnya, dimana-mana kalau gak nyogok itu pasti ditolak, dan lain sebagainya. So, rezim ini akhirnya diturunkan lagi. Lalu muncul reformasi sampai saat ini. pertanyaan besarnya adalah, sudahkan rakyat Indonesia sejahtera, sudahkah Undang-undang yang dibuat sebagai dasar negara itu diamalkan dengan seseungguhnya. Semua kekayaan alam yang seharusnya untuk kesejahteraan rakyat itu kemana, ke negara asing, ke orang beruang, ke orang berjabat, orang berhati kemana, makin hilang, hidupnya tidak di ekpos media. semua serba salah juga akhirnya..
- Ayo, bersama kita perbaiki kualitas Individu. Jangan berharap dengan ganti pemerintah akan begitu mudahnya menurunkan harga pokok. Jangan berharap pemerintah yang lengser akan begitu saja di kekang suaranya, tidak bisa lagi mengatur internal negara, apalagi pejabat besar pasti banyak yang mendukungnya, mati satu tumbuh seribu, katanya. Kalau memang Anda berkualitas, bisa memimpin negara ini, bisa melawan pihak asing, bisa menyejahterahkan rakyat, buktikan itu. Gunakan media yang sudah ada, jangan ngarep deh ke pemerintah yang sibuk ngurusi anggaran mereka aja. Ngurus anggaran mobil pejabat bisa bermiliaran begitu, paripurnanya juga lama sekali. Namun ngurus anggaran rakyat begitu singkat dan seadanya. Jika memang bisa melawan pihak asing yang katanya mengeruk kekayaan bumi di Indonesia, buktikan dengan debat ilmiah dengan mahasiswa asing. Kalau menang, baru boleh ikut demo, kalau kalah, berarti perbaiki dirimu dulu
Sekian...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar