Agak risi dan terganggu sebenarnya, di masjid setelah adzan dikumandangkan, terdengar suara yang tidak enak di dengar dan lain-lain. ada orang yang bernyanyti menggunakan pengeras suara masjid, menidng suaranya bagus (udah jelek kadang-kadang nyanyi lagu Band gituuuu).
risi banget sebenarnya aku, lah wong mau sholat juga yang khusuk terdengar suara yanggg gimanaa gituuuuuuuuuuuu.
bertanya tanya boleh gak sih begitu, pengurus masjid looo itu, yahhh walaupun melantunkan lagu islami tapi tetep aja mengganggu gitu. mencari teurs mencari di internet yang ada hanya segini ni-----
buka yaaa izin copas niiii
http://konsultasi.wordpress.com/2007/01/18/hukum-menyanyi-dan-musik-dalam-fiqih-islam/
berdzikir dengan mengeraskan suara
>>>>
Imam Zainuddin al-Malibari menegaskan: “Disunnahkan berzikir dan berdoa secara pelan seusai shalat. Maksudnya, hukumnya sunnah membaca dzikir dan doa secara pelan bagi orang yang shalat sendirian, berjema’ah, imam yang tidak bermaksud mengajarkannya dan tidak bermaksud pula untuk memperdengarkan doanya supaya diamini mereka." (Fathul Mu’in: 24). Berarti kalau berdzikir dan berdoa untuk mengajar dan membimbing jama’ah maka hukumnya boleh mengeraskan suara dzikir dan doa.
>>> intinya boleh saja mengeraskan suara, asaaaallllllll itu untuk mendapat kekhusukan, bukan karena riya apalagi mengganggu orang laennnnnnnnnnnnnnn kaleeeeeeeeeeeeee.
Pendapat Tentang bernyanyi/syair
Dalam uraian ini penulis paparkan pendapat yang melarang dan memperbolehkan tentang nyanyian sebagai berikut:
1. yang melarang nyanyian dan main musik
Imam Ibnu Al-Jauzi, Imam Qurthubi, Asy-Syaukani telah mencantumkan berbagai dalil tentang haramnya nyanyian dan penggunaan alat-alat musik, antara lain sebagai berikut:
• QS. Luqman:6
“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna (lahw-ul-hadis) untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan”
• QS. An-Najm:59-61
“Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini?. Dan kamu mentertawakan dan tidak menangis?. Sedang kamu melengahkan(nya) (saamiduun) ?”
• Hadis Bukhari yang diriwayatkan dari Abu Malik Al-Asy’ari
Sesungguhnya akan terdapat di kalangan umatku golongan yang menghalalkan zina, sutra, arak dan alat permainan (musik). Kemudian segolongan (dari kaum Muslimin) akan pergi ke tebing bukit yang tinggi. Lalu para pengembala dengan ternak kambingnya mengunjungi golongan tersebut. Lalu mereka didatangi oleh seorang fakir untuk meminta sesuatu. Ketika itu mereka kemudian berkata: “Datanglah kepada kami esok hari.” Pada malam hari Allah membinasakan mereka, dan menghempaskan bukit itu ke atas mereka. Sisa mereka yang tidak binasa pada malam tersebut ditukar rupanya menjadi monyet dan babi hingga hari kiamat.”
• Hadis riwayat Imam Tirmidzi dari Jabir bin Addillah dengan sanad Hasan Shahih
“Pada suatu ketika Rasulullah s.a.w. memegang tangan Abd-ur-Rahman bin Auf. Beliau mengajaknya bersama-sama untuk membesuk (pay visit to patient) Ibrahim (anak beliau) yang sedang sakit. Ketika itu beliau melihat anaknya dalam keadaan sakaratul maut. Lalu Rasulullah s.a.w. mengangkat anaknya dan memangkunya sambil menangis. Melihat hal ini Abd-ur-Rahman bin Auf berkata: Adakah engkau, ya Rasulullah menangis? Padahal engkau melarang kaum Muslimin melakukannya.”
2. yang membolehkan nyanyian dan main musik
Imam Malik, Imam Ja’far, Imam Al-Ghazali, dan Imam Abu Daud Azh-Zhahiri telah mencantumkan berbagai dalil tentang bolehnya nyanyian dan menggunakan alat-alat musik. Alasan-alasan mereka antara lain:
• QS. Luqman:19
…Ùˆَ اغْضُضْ Ù…ِÙ†ْ صَÙˆْتِÙƒَ Ø¥ِÙ†َّ Ø£َÙ†ْÙƒَرَ الأَصْÙˆَاتِ Ù„َصَÙˆْتِ الْØَÙ…ِÙŠْرِ
“….dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara adalah bunyi kelaedai.” (31:19).
Dalam uraian ini penulis paparkan pendapat yang melarang dan memperbolehkan tentang nyanyian sebagai berikut:
1. yang melarang nyanyian dan main musik
Imam Ibnu Al-Jauzi, Imam Qurthubi, Asy-Syaukani telah mencantumkan berbagai dalil tentang haramnya nyanyian dan penggunaan alat-alat musik, antara lain sebagai berikut:
• QS. Luqman:6
“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna (lahw-ul-hadis) untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan”
• QS. An-Najm:59-61
“Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini?. Dan kamu mentertawakan dan tidak menangis?. Sedang kamu melengahkan(nya) (saamiduun) ?”
• Hadis Bukhari yang diriwayatkan dari Abu Malik Al-Asy’ari
Sesungguhnya akan terdapat di kalangan umatku golongan yang menghalalkan zina, sutra, arak dan alat permainan (musik). Kemudian segolongan (dari kaum Muslimin) akan pergi ke tebing bukit yang tinggi. Lalu para pengembala dengan ternak kambingnya mengunjungi golongan tersebut. Lalu mereka didatangi oleh seorang fakir untuk meminta sesuatu. Ketika itu mereka kemudian berkata: “Datanglah kepada kami esok hari.” Pada malam hari Allah membinasakan mereka, dan menghempaskan bukit itu ke atas mereka. Sisa mereka yang tidak binasa pada malam tersebut ditukar rupanya menjadi monyet dan babi hingga hari kiamat.”
• Hadis riwayat Imam Tirmidzi dari Jabir bin Addillah dengan sanad Hasan Shahih
“Pada suatu ketika Rasulullah s.a.w. memegang tangan Abd-ur-Rahman bin Auf. Beliau mengajaknya bersama-sama untuk membesuk (pay visit to patient) Ibrahim (anak beliau) yang sedang sakit. Ketika itu beliau melihat anaknya dalam keadaan sakaratul maut. Lalu Rasulullah s.a.w. mengangkat anaknya dan memangkunya sambil menangis. Melihat hal ini Abd-ur-Rahman bin Auf berkata: Adakah engkau, ya Rasulullah menangis? Padahal engkau melarang kaum Muslimin melakukannya.”
2. yang membolehkan nyanyian dan main musik
Imam Malik, Imam Ja’far, Imam Al-Ghazali, dan Imam Abu Daud Azh-Zhahiri telah mencantumkan berbagai dalil tentang bolehnya nyanyian dan menggunakan alat-alat musik. Alasan-alasan mereka antara lain:
• QS. Luqman:19
…Ùˆَ اغْضُضْ Ù…ِÙ†ْ صَÙˆْتِÙƒَ Ø¥ِÙ†َّ Ø£َÙ†ْÙƒَرَ الأَصْÙˆَاتِ Ù„َصَÙˆْتِ الْØَÙ…ِÙŠْرِ
“….dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara adalah bunyi kelaedai.” (31:19).
pusingggg diriku memikirkannya, tapiiiiiiiii inilah hasil pencarian kuu
tapi tetep aja itu menganggu lohhhhh, cobalah rasakan penderitaanku
yang mau siapa hayooooooooo

Tidak ada komentar:
Posting Komentar