Kali ini saya akan membahas tentang mahasiswa yang lagi girang-girang lulus SNMPTN baik Undangan maupun tertulis.
Sebagai kakak tingkat yang sok cool gitu, saat PMB berlangsung yaaa cuma merhatiin aja, kalau ada yang dibantu ya dibantu. melihat banyaknya mahasiswa baru (maba) yang linglung dan aneh melihat kampus unsri Indralaya yang gedeeeeeee banget secara 712 hektar gitu. kalau jalan kali ngelilinginya itu seharian penuh.
Saat ditanya dan di suruh isi form mengapa alasan memelih unsri, ada yang bilang, karena ini kampus favorit, terpaksa, pilihan kedua dan terakhir, yaaa karena universitas negeri satu-satunya di SUMSEL ya hanya UNSRI. Banyak sekali pendapat mereka mengapa memilih unsri sebagai tempat menuntut ilmu, mulai dari ikutan temen, sampai mati-matian berjuang demi kuliah di unsri ini.
Sebenarnya males banget ngurusin mereka yang notabene orang-orang yang pintar karena sudah mengalahkan sekian banyak persaingan yang ada, banyangin aja PDU unsri yang daftar itu 2700-an lebih dan yang keterima gak nyampe 135 mahasiswa. wah banget gitu, jadi pas ngurusi daftar ulangnya mereka uda pada ngerti semua. dan malah kakak tingkatnya yang sering tercagak saja (dikacangin gitu). tapi ntar liat aja pas ospek nanti itu, wah semeringah sekali, ahahaha.
yang mau dikritik dari semua itu adalah...................
jeng jeng jeeeeeeeeeeeeeeeeeeng
Mengapa mereka melakukan itu semua, rela dan mati-matian tes buat negdapetin kursi mahasiswa di kampus negeri, yang memang dari segi biaya yang murah, banyak beasiswa, dan sarana dan prasarana yang ditanggung negara menjadi pemikat pelajar yang baru lulus SMA untuk lanjut di PTN di setiap provinsi masing-masing.
dari pengamatan yang saya lakukan di saat PMB dansaat tes gitu baik undangan maupun tertulis.
mulai dari SNMPTN undangan yang mereka itu dari seleksi berhak tidaknya itu berdasarkan peringkat kelas dan peringkat sekolah tersebut. misalnya saja di tempat saya palembang SMA plus Negeri 17 adalah SMA yang sudah wah wah sekali daaaaaaan 99% lulusannya keterima di PTN seluruh Indonesia, bahkan keluar negeri. agak kecewa dengan keputusan pemerintah, terutama dari kementerian pendidikan tinggi yang menghapuskan SNMPTN tertulis 2013 sampai seterusnya, yang ada tinggal SNMPTN Undangan dan Sleksi mandiri di setiap PTN.
cerita sedikit mengapa saya kecewa, karena saya berasal dari SMA swasta yang terakreditasi B, hanya boleh mengirim siswanya yang boleh ikutan SNMPTN Undangan 2011 saat itu hanya 25% dari jumlah siswanya, dan tentu saja itu membuat sekolah itu dan para siswanya tidak keterima di PTN favorit, seperti Unsri karena kalah saingan sama SMA negeri dan swasta yang namanya melejit dan terakreditasi A serta sudah Internasional. Padahal belum tentu mereka yang sekolah di SMA yang bonafit memiliki kualitas pengetahuan dan akademik yang lebih baik daripada mereka yang sekolah di SWASTA yang tidak terkenal atau di pelosok daerah gitu.
yang terjadi hanyalah siswa yang lulus melalui undangan akan merasa sombong dan merasa lebih pintar daripada yang lulus di tertulis gitu. padahal setelah kuliah pada kenyataannya mereka yang lulus undangan memang tidak lebih pintar dari yang tertulis.
lalu SNMPTN tertulis yang pendaftarnya bisa siapa aja dan angkatan 2 tahun setelah lulus kuliah, jadi persaingannya akan lebih berat dan menantang gitu. Dan walaupun begitu masih ada yang lulus dengan keberuntungan, walaupun kebanyakan yang lulus memang menggunakan pengetahuan akademiknya untuk manjawab semua soal yang diujikan.
Pertanyaannya, mereka yang sudah lulus tersebut baik pilihan pertama, kedua maupun ketiga, mempunyai persepsi dan pandangan berbeda dari setiap pilihan mereka. kebanyakan dari mereka memilih kuliah hanya untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan lebih mudah ketimpang lulusan SMA.
apakah Anda juga demikian???
Tidak ada komentar:
Posting Komentar