Berawal dari penelitian amatir yang ku lakukan dan melihat suasana dan perbedaan antara di kota dan di desa. saat jalan-jalan ke Jakarta, di sepanjang perjalanan kulihat disepanjang jalan berderet rumah-rumah asri yang masih memegang adat istiadat lama. mulai dari kebudayaan Islam dengan bau khas budaya budha dan dilengkapi juga animisme dan dinamsime, sampai pada kebudayaan yang masih memegang erat pada alam dan alam masih sebagai sumber mata pencaharian penduduk setempat.
Jauh semakin jauh dan lebih ke pedalaman desa atau dusun di sepanjang jalan menuju Jakarta, semakin banyaknya pepohonan penghasil buah seperti duren, duku, kesemek dan buahan khas daerah sumatra lainnya, terutama Sumatera bagian selatan.
Dengan banyaknya potensi SDA yang begitu melimpah, pantas saja Indonesia disebut negeri Utopia dan harta karun dunia sekaligus paru-paru dunia. Banyak orang tua yang merekomendasikan anaknya untuk memilih jurusan teknik dan ilmu alam lainnya, karena itulah yang akan dibutuhkan untuk masa depan nanti. Tapi semakin hari banyaknya sarjana ilmu alam, ada yang baik ada pula yang jahat (yahhh begitulah manusia), ada yang memanfaatkan alam ini dengan semena-mena dan tidak memikirkan kehidupan masyarakat sekitarnya, sudah biasa kalau di berita hampir setiap harinya ada saja kasus sengketa lahan antara perusahaan dengan masyarakat disekitarnya.
Pemerintah Indonesia juga terlihat tidak ambil pusing dengan masalah tersebut, padahal begitu banyak korban akibat sengketa lahan tersebut. pakaha yang terjadi di tubuh pemerintahan (itu akan dibahas di topik yang lain). apa hanya perasaan ku saja atau memang benar adanaya bahwa Ilmu alam Di Indonesia itu lebih identik dengan orang-orang pintar, sehingga orang tua akan merasa bangga jika sang anak masuk ke perguruan tinggi dengan program studi ilmu alam (seperti teknik, kedokteran, MIPA, dll). Padahal sedikit cerita, saya lulus di kedokteran looooohhh walaupun swasta, tapi karena persoalan biaya kuliah yang melejit tingginya, ortu tidak menyanggupi, daaan aku memilih masuk perguruan tinggi negeri yang jauh lebih murah dan pilihan pertama saya yaitu SOSIOLOGI pastinya dongkzzz. Dari ortu juga merasa saya tidak bangga dengan prodi yang saya pilih, padahal menurut saya ilmu itu luas banget dan cita-cita saya menjadi seorang profesor yang mengetahui banyak pengetahuan terutama di bidang sosial (kenapa curcol yaac)
Well, Indonesia seharusnya menjadikan ilmu alam dan ilmu sosial itu seimbang agar tidak ada kegelisahan antara masyarakat yang notabenenya punya kepercayaan masing-masing.
and cukup disini dulu dan yakinkan saya akan update blog ini selagi banyak permasalahan yang WAJIB dikritik.
Thanks

Tidak ada komentar:
Posting Komentar