Pages

Rumah Sakit untuk orang BERUANG???

Mengharukan sekali dunia ini...

inilah beberapa penggalan cerita dari teman saya yang sama almamater...

"Sangat disayangkan, Vivi yang berasal dari keluarga kurang mampu hanya bisa menjalani rawat inap di kamar kelas II. Padahal menurut dokter, seharusnya Vivi ditempatkan di ruang ICU karena kondisi luka terbuka pada kepala dan mata sehingga mudah terinfeksi. Setelah diestimasi, biaya yang harus dipenuhi Vivi untuk menjalani pengobatan dan tahap-tahap operasi hingga penyembuhan adalah sebesar Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).
Tentu biaya ini sangat memberatkan keluarga, mengingat Vivi dan keluarga bukan berasal dari kalangan ekonomi atas.  Orangtua Vivi ialah pegawai swasta dan belum memiliki BPJS sebagai jaminan kesehatan. Oleh karena itu, kami selaku teman-teman Vivi ingin mengajak segenap mahasiswa Universitas Sriwijaya dan kalangan lainnya untuk bisa membantu Vivi sekeluarga dalam hal penggalangan dana." lebih lengkap cek disini

lalu ada cerita pendek dari Anto Narasoma dengan judul "Tragedi Boncel dan Halimah" yang dimuat dalam kumpulan cerpen bunga rampai 8 jurnalis dari bumi sriwijaya....

karena anak Halimah yang sudah beberapa hari demam, maka dokter menyarankan untuk rawat inap di rumah sakit....

"berapa uang jaminan untuk merawat anak saya?" kata Halimah
"Rp 300.000" kata petugas administrasi
Saya hanya ada uang Rp 40.000"
"wah, gila. uang sebesar itu mana bisa untuk menjamin biaya pengobatan anak ibu. ini rumah sakit profesional, Bu. kami tidak dapat menampung si sakit. lebih baik ibu cari rumah sakit lain saja," tukas wanita berseragam baju terusan putih-putih itu, meninggalkan Halimah"

karena tidak sanggup membayar uang rawat inap, Halimah membawa anaknya untuk berobat ke tempat lain. Namun nasib berkata lain, Anaknya kini telah menembuskan nafas terakhir...
Padahal Halimah memiliki Jamkesmas...
untuk cerita detail silakan baca di bukunya secara langsung, dengan terbitan dari Institut Jurnalistik Palembang tahun 2013.

dari 2 cerita berbeda ini dapat disimpulkan bahwa, ternyata rumah sakit hanya menerima pasien yang telah memiliki uang terlebih dahulu, baru dirawat, dan bukan sebaliknya.

apakah mungkin seseorang yang sudah kritis, tetapi tidak punya uang harus menunggu punya uang terlebih dahulu?
apakah penyakit hanya untuk orang-orang yang memiliki uang?
kalau tidak punya uang, tidak bisa sakit?
itu rumah sakit, atau lahan bisnis? apa-apa pake uang
memang pengobatan yang mahal, alat-alat kedokteran yang mahal, tapi perlu diingat.... itu nyawa orang Lohh.... emang bisa beli nyawa pake uang?

well, dari pada berutuk sepanjangan, lebih baik kita melihat hukum yang berlaku di Indonesia, beserta pandangan menurut saya (calon sosiolog), hehe.


menurut UU No.36 Th 2009 tentang Kesehatan:

Pasal 5
(1) Setiap orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh akses atas sumber daya di bidang kesehatan. 
(2) Setiap orang mempunyai hak dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan terjangkau. 

Pasal 14
Pemerintah bertanggung jawab merencanakan, mengatur, menyelenggarakan, membina, dan mengawasi penyelenggaraan upaya kesehatan yang merata dan terjangkau oleh masyarakat. 

menurut UUD 1945

Pasal 28B ayat 2
Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi

ada juga PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2013 TENTANG JAMINAN KESEHATAN. bukankah jamkesman waktu itu juga salah satu jaminan kesehatan?

____________

Diatas telah di beberkan aturan hukum yang ada tentang kesehatan di Indonesia. sekarang beralih kepada struktur sosial yang ada di masyarakat.

Bila dikaji melalui sosiologi kesehatan, menurut WHO yang dikatakan sakit (sick) itu ada 3 jenis yaitu:
1. Sakit fisik (tubuh)
2. Sakit Psikis (jiwa)
3. Sakit Sosial

Nah dari sini kita dapat membuat suatu analogi.........

1. apabila masyarakat kita (kebanyakan) telah sehat secara fisik, maka rumah sakit akan sepih____(benarkah)
2. apabila masyarakat kita (kebanyakan) telah sehat secara psikis, maka rumah sakit jiwa akan sepih____(benarkah)

nah yang menjadi masalah saat ini....
3. masyarakat kita (kebanyakan) telah sehat secara sosial, maka (.................) akan sepih____(benarkah)
siapa yang bisa menjawab pertanyaan itu?
ternyata pertanyaan dengan jawaban benar/salah itu tidak lebih sulit dari pada harus mengisi titik-titik yang kosong pada bagian ketiga.

benarkah masyarakat kita di Indonesia telah sehat secara sosial?
kalau Iya, kenapa kasus diatas dapat terjadi?
pedulikah kita terhadap sesama saudara?
kalau Iya, kenapa sedikit yang membantu?

sudah sehatkah kita secara psikis?
kalau Iya, kenapa tegahnya membiarkan seorang anak menghembuskan nafas terkahir hanya karena tidak punya uang?

___

sebenarnya ini bukan analisis, hanya saja saya yakin pembaca lebih baik dalam memahami masalah ini, dengan pendekatan yang sedikit saya ambil dari pelajaran yang pernah saya geluti.

setiap perbedaan pendapat itu adalah kewajaran, yang tidak wajar itu adalah seseorang yang tidak punya perbedaan dalam berpendapat.

Suksel Selalu

Umaru

Selalu belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi menuju Ridho Sang Ilahi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar